• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Harlah NU 94, PAC Mayong Instruksikan Ranting dan Komisariat Khatamkan Al-Quran

    Jumat, 31 Januari 2020, 6:11:00 AM WIB Last Updated 2020-01-30T23:11:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    harlah-nu-ke-94
    Logo resmi harlah NU ke 94
    Jepara, biliksantri.com - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-94, PAC IPNU-IPPNU Mayong instruksikan ranting dan Komisariat se-Kecamatan Mayong untuk mengkhatamkan Al-Qur'an. Kegiatan ini dikoordinir oleh  Departemen Dakwah PAC Mayong atas inisiator dari Ketua PAC IPPNU Mayong, Nailil Hikmah. Setiap anggota kebagian membaca 1 juz  di rumah. Setiap selesai membaca, anggota memberi tanda centang di list online via WhatsApp yang telah direkap oleh departemen dakwah sebagai tanda bukti telah selesai membaca. 

    Menurut Nailil, khataman ini sebagai hadiah do'a kepada ulama dan pendiri Nahdlatul Ulama. Ia berharap NU akan selalu tetap ada di tengah-tengah masyarakat majemuk Indonesia. Karena warga NU yakin tiada hadiah yang paling indah bagi mereka melainkan do'a.

    "Kami belum bisa memberikan apa-apa untuk Harlah NU ke-94 ini . Hanya bisa berdoa," ujarnya saat dihubungi jurnalis biliksantri pada Kamis, (30/1/2020).

    Ketua PAC IPNU Mayong, Muhammad Muslim mengatakan dalam berkhidmah di NU, kita harus berusaha dan berdoa. Doa tersebut dipanjatkan salah satunya melalui khataman Al-Qur'an ini. Sehingga semua urusan organisasi dan lainnya akan dimudahkan oleh Allah SWT. Kalau hanya berusaha saja tanpa berdoa, namanya sombong. Pun sebaliknya, kalau berdoa tanpa usaha, hanya sia-sia belaka.

    "Ibarat angin kenyang, tapi tak mau usaha makan," katanya.

    Sementara itu, Ketua Bidang Departemen Dakwah, Faiz mengatakan dengan adanya khotmil Qur'an diharapkan kader NU tahu maksud perjalanan hidup kita. Harlah NU itu ia angkanya semakin bertambah. Pun demikian semakin hilang pula masa hidup kita untuk bisa berorganisasi. Melihat hal itu, maka yang perlu diperhatikan adalah kualitas SDM terlebih dahulu.

    "Dengan mengharap keberkahan khotmil Qur'an, kesadaran kita akan terbangun," ungkapnya.

    Keberkahan Al-Qur'an juga diharapkan mampu menambah semangat tiap kader dalam menyebarkan Islam Aswaja. Prinsip IPNU-IPPNU ada 3 b, yaitu Belajar, Berjuang dan Bertaqwa.

    "Dua B itu kurang baik jika hilang 1 B yakni bertaqwa," katanya.

    Penulis: Lim/Ifa
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya