• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Puisi - Puisi M.Z Bilal; Sebuah Alegori

    Jumat, 08 Mei 2020, 9:35:00 PM WIB Last Updated 2020-05-09T01:30:06Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    (sumber ilustrasi : lpmarena.com)
     

    Sebuah Alegori


    Kadang, kata-kata terlihat lebih gelap dari malam hari
    Matamu mencari ke ruang-ruang sendiri
    Dan tanganmu meraih
    bintang-bintang yang tak pernah kehabisan amunisi
    Adakah yang lebih sepi dari dekut burung kukuk?
    Dan lebih duka dari kabut kelabu?
    Di ketinggian, pohon makna tak pernah menggugurkan daun-daunnya. Ia menemanimu meski hanya dengan diam
    Dan berbisik sesekali.

    Suatu ketika, kau ingin menjadi laut
    Rumah bagi ikan-ikan yang bahagia
    Tapi lebih sering kau tak ingin menjadi apa-apa
    Kau hanya ingin terus melangkah, jauh, berbelok-belok dan merindu
    Mendedah diri sendiri di alun-alun kota
    Hingga kau saksikan sebuah pintu bersepuh emas
    Terbuka lebar di kejauhan; rumah sang maha cahaya yang hangat dan lembut.
    Ramah menyambut tiap tamu
    Yang datang dengan senyum dan pelukan kedamaian.

    Hatimu seringkali menulis surat Yang tak pernah kau tahu hendak dikirim ke mana
    Lantas surat itu pun terbang tinggi
    ke langit
    Memiliki sayap yang besar sekali
    Lalu berenang ke laut dalam
    Menjadi gurita dan menyusuri jalan kecil
    Lalu masuk ke dalam labirin dan keluar sambil tertawa keras sebagai beruang
    Atau menjadi sebilah pedang mengilat, tak takut mati?
    Menemui dan menjadi apa saja yang bisa menyembuhkan luka-luka
    dan mengusir rasa bosan yang celaka
    Serta menutup kisah perjalanan
    sebuah alegori. Di kemudian hari

    Kamar Alegori, Agustus 2019




    3 Doa Pendek


    Memelukmu sepenuh keberadaan
    Mencintaimu setiap keadaan
    Merindukanmu dalam ketiadaan

    Kamar Alegori, Februari 2020




    Mendewasakan Rindu

    Oleh : Taufiqillah


    Di dalam dadamu
    Rindu tumbuh seperti anak kecil yang tak menahu
    Apapun selain kau yang menginginkan sesuatu
    Kau pernah kehilangan arah dan gugur
    seperti daun-daun angsana saat musim kemarau
    Datang lebih awal pada akhir pekan yang hening
    Kau hendak menangis karena itu
    Tapi kauseka airmata sebab matahari di atas kepalamu tak menginginkan itu

    Kau ingin pulang ke tempat semua orang bisa merasa tenang, demikian katamu
    Kadang kau begitu benci kenapa perasaan untuk hati-hati malah membuatmu mendapati rasa penasaran
    Untuk jatuh lebih dalam
    Kepada ruang gelap yang hanya kau tahu di mana itu
    Padahal kau mestinya berlari jauh, bebas, dan rakus menatap
    langit biru yang teduh
    Karena Dia tak akan menghentikan senyumNya
    Untuk tiap-tiap pelarianmu.

    Sekali lagi, di dalam dadamu
    Rindu tumbuh seperti pohon peneduh
    Dan kaulepaskan tiap daun yang luruh dengan senang
    Tanpa beban esok apakah baik-baik saja atau sebaliknya
    Kau terus menguatkan pelukan pada tubuhmu agar tak tumbang diempas angin kencang yang gemar datang tanpa diundang
    Karena kau ingin kelak rindu tumbuh dewasa dan pulang ke kampung halaman membawa cerita-cerita
    bahagia tentang hari ini dan nanti.

    Imperium Rindu, Januari 2020


    Penulis adalah M.Z. Billal, lahir di Lirik,Indragiri Hulu, Riau. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Karyanya termakhtub dalam kumpulan puisi Bandara dan Laba-laba (2019, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali), Membaca Asap (2019), Antologi Cerpen Pasir Mencetak Jejak dan Biarlah Ombak Menghapusnya (2019) dan telah tersebar di media seperti Pikiran Rakyat, Rakyat Sumbar, Radar Mojokerto, Haluan Padang, Padang Ekspres, Riau Pos, apajake.id, Fajar Makassar, Banjarmasin Post, Magelang Ekspres, Radar Cirebon, Kedaulatan Rakyat, Lentera PGRI, Kurungbuka.com, Medan Pos, Radar Malang, Radar Tasikmalaya, Bangka Pos, Travesia.co.id, Radar Bekasi, mbludus.com, Tanjung Pinang Pos, biem.co. Fiasko (2018, AT Press) adalah novel pertamanya. Bergabung dengan Community Pena Terbang (COMPETER) dan Komunitas Pembatas Buku Jakarta


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya

    NamaLabel

    +