Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi Puisi Bara Matari eL Wahyu

Puisi pernah bersama mu


Pernah
Ku temukan perjalanan terhebat
Sepanjang hidupku
Dalam terjalnya
Bila tidak bergandeng tangan
Mungkin aku sudah binasa di jurang
Tergelincir si tebing
Ditemukan jasadku

Sudah
Kau tebak itu pasti dengan dirimu ?
Hampir tepat jawabanmu
Tetapi salah.
Itu sisi alami kamu di masa lalu
Saat ini
Aku bersama daging yang sama
Tapi tak ku kenali jiwanya

Lalu bagaimana


 

Puisi persangkaan malam


Dikiranya malam itu menakutkan
Gulita nya menyimpan pedih
Dingin malam sering di isi oleh tangisan kecewa
Suara anak anak hilang mencari bapaknya
Tidak di danai mereka
Kecukupan welas orang tua
Nyatanya,
Menghirup udara pada saat itu
Paling menenangkan
Masih perlukah lagi kau ajukan ketidak percayaan mu

 

 

Mencapai semua kesalahan


Dari bathinmu, jua rahim ibu
Sebuah peringatan lahir
Agar pusaka tidak jauh jauh dari wadahnya
Membakar semua dimusim kemarau

Sebelum asi menjadi siap untuk dipetik
Tersemainya benih benih
Bukan suratan. Melainkan telah kamu usahakan

Sepertiga malam yang kacau balau
Peringatan kematian sering kali kau abaikan
Namun pada puisi,
Tanganmu terampil merangkai imaji

Ingin berkesudahan aran
Tidak menemukan paran.

Tiada umpama tembok atau benih
Tanaman atau homo erektus
Perdu atau hiasan
Tatapan matamu masih saja sayu. Lemah.
Aku tahu engkau lelah


27 januari 2020





Posting Komentar untuk "Puisi Puisi Bara Matari eL Wahyu"

Berlangganan via Email