Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kang Rijal Menjawab: Bolehkah Pekerja Berat Tidak Berpuasa?

kang-rijal-menjawab-orang-yang-tidak-berpuasa
Kang Rijal Menjawab (Doc. PAC Ansor Mayong)


Pertanyaan:

Kang Rijal, Bapak saya pekerjaannya berat, yaitu menjadi kuli bangunan. Kebetulan borongan pembangunan kali ini pada saat bulan Ramadan. Apakah bapak saya boleh tidak berpuasa?


Jawaban:

Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin dijelaskan, orang boleh tidak berpuasa ketika memenuhi 6 syarat.


(مسألة): لا يجوز الفطر لنحو الحصاد وجذاذ النخل والحراث إلا إن اجتمعت فيه الشروط. وحاصلها كما يعلم من كلامهم ستة: أن لا يمكن تأخير العمل إلى شوّال، وأن يتعذر العمل ليلاً، أو لم يغنه ذلك فيؤدي إلى تلفه أو نقصه نقصاً لا يتغابن به، وأن يشق عليه الصوم مشقة لا تحتمل عادة بأن تبيح التيمم أو الجلوس في الفرض خلافاً لابن حجر، وأن ينوي ليلاً ويصحب صائماً فلا يفطر إلا عند وجود العذر، وأن ينوي الترخص بالفطر ليمتاز الفطر المباح عن غيره، كمريض أراد الفطر للمرض فلا بد أن ينوي بفطره الرخصة أيضاً، وأن لا يقصد ذلك العمل وتكليف نفسه لمحض الترخص بالفطر وإلا امتنع، كمسافر قصد بسفره مجرد الرخصة، فحيث وجدت هذه الشروط أبيح الفطر، سواء كان لنفسه أو لغيره وإن لم يتعين ووجد غيره، وإن فقد شرط أثم إثماً عظيماً ووجب نهيه وتعزيره لما ورد أن: "من أفطر يوماً من رمضان بغير عذر لم يغنه عنه صوم الدهر". (بغية المسترشدين: 112)


Pekerja berat seperti petani yang panen, membajak sawah dan penebang pohon, boleh tidak berpuasa asalkan memenuhi enam (6) syarat dibawah ini:


1. Pekerjaanya tidak bisa ditunda hingga bulan Syawal

2. Pekerjaanya tidak bisa dikerjakan di malam hari atau bisa dikerjakan pada malam hari tapi tidak mencukupi sehingga mengakibatkan kerusakan atau tidak maksimal (walaupun tidak mendatangkan kerugian)

3. Bila tetap berpuasa maka biasanya tidak mampu menanggung rasa beratnya (kesulitannya) bekerja, bentuk dari tidak mampu itu diperbolehkanya bertayamum atau boleh duduk ketika sholat fardu berbeda dengan pendapatnya  Ibnu Hajar

4. Malam harinya tetap niat sehingga dia tetap puasa dan boleh membatalkanya ketika ada udzur (diatas)

5. Ketika ada udzur dan puasanya dibatalkan, maka diniati mengambil rukhshoh (keringanan) dari Syara’ agar ada perbedaan antara membatalkan puasa yang mubah dengan yang lainya

6. Tujuan dari berkerja berat tadi bukan untuk mencari udzur agar bisa membatalkan puasa seperti musafir yang bertujuan mencari rukhsohnya (keringanan Syara’).


(Kitab Buhgyatul Mustarsyidin: 112)


Kesimpulannya:

Bapakmu diperbolehkan tidak berpuasa, karena memenuhi syarat-syarat diatas. Tapi harus diingat malam harinya tetep harus niat berpuasa, jangan di pagi hari langsung sarapan. Selain itu, ketika sudah lapar, dan membatalkan puasa, niatlah karena ada keringanan dari syara'.


(PAC Rijalul Ansor Mayong/ Red)

Posting Komentar untuk " Kang Rijal Menjawab: Bolehkah Pekerja Berat Tidak Berpuasa?"

Berlangganan via Email