Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Forum Lintas Iman Grobogan Soroti Kepemimpinan Desa dan Tantangan Politik Uang

Dokumentasi Bersama

GROBOGAN, Biliksantri.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026, Forum Lintas Iman Kabupaten Grobogan menggelar pertemuan strategis. Pertemuan ini membahas arah kepemimpinan daerah, khususnya dalam mengawal pembangunan yang dimulai dari tingkat desa.

Wahyu Dwi Pranata yang hadir sebagai pemapar menyampaikan bahwa Pilkades kali ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal arah pembangunan Kabupaten Grobogan dari lingkup pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu desa.

"Kebijakan kepala desa dalam mengelola Dana Desa membuat proses pembangunan dan penyaluran bantuan langsung bersinggungan dengan masyarakat. Jika kita bisa memiliki kepala desa yang inovatif, maka proses perubahan desa dalam 8 tahun masa jabatan seharusnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Wahyu.

Dihadiri Berbagai Elemen Masyarakat dan Keagamaan, 

Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang inklusif dengan dihadiri berbagai tokoh lintas agama serta organisasi kepemudaan di Kabupaten Grobogan. Adapun perwakilan yang hadir di antaranya:

  1. Perwakilan gereja: GKJ Purwodadi, GKJ Juwangi, Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI), dan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Karangrayung.
  2. Perwakilan umat Katolik Karangrayung
  3. Ketua Fatayat NU Cabang Grobogan.
  4. Komunitas Gusdurian Grobogan.
  5. Organisasi mahasiswa, yakni PMII Grobogan dan GMNI.

Meneladani Pemimpin yang "Selesai dengan Diri Sendiri"

Dalam sesi diskusi mengenai kriteria pemimpin, Ki Atma dari GKJ Purwodadi mengingatkan peserta agar lebih cermat dalam menilai kualitas moral dan etika para calon kepala desa. Menurutnya, masyarakat perlu belajar dari tokoh-tokoh bangsa yang telah terbukti integritasnya.

"Banyak tokoh yang bisa menjadi teladan, seperti Gus Dur, K.H. Agus Salim, hingga Mohammad Hatta. Mereka memiliki kecakapan intelektual sekaligus integritas yang telah teruji. Mereka sudah selesai dengan kepentingan pribadi sehingga mampu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segalanya," jelas Ki Atma.

Realitas Politik Uang dan Komitmen Menjaga Kerukunan

Salah satu pembahasan yang menarik dalam forum ini adalah fenomena politik uang ( money politics ) yang hingga kini masih kerap mewarnai pelaksanaan Pilkades.

Pak Sogol Sugito, yang telah mengabdi sebagai Ketua RT di Karangrayung sejak 1982, mengungkapkan bahwa praktik politik uang memang bukan hal baru di tengah masyarakat. Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak boleh sampai merusak hubungan sosial antarwarga.

"Yang penting lingkungan tetap kondusif. Uangnya dibagi, tapi soal memilih siapa, itu kembali menjadi hak pribadi masing-masing. Di lingkungan RT saya banyak perbedaan pilihan politik maupun agama, tetapi kerukunan tetap menjadi hal utama yang kami jaga," ungkap Pak Sogol.

Pandangan lain disampaikan oleh Pendeta GBIS Karangrayung, Zakaria Sularto. Ia mengakui bahwa politik uang sudah menjadi persoalan yang sulit dipisahkan dari pelaksanaan pemilu. Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan pandangannya mengenai sikap masyarakat saat menghadapi praktik tersebut.

"Kita bisa saja menerima semua uang 'serangan fajar' itu, tetapi saat berada di bilik suara tetap memilih calon yang benar-benar sesuai dengan hati nurani. Mengapa diterima? Karena jika warga menolak amplop tersebut, biasanya mereka langsung dicap sebagai kelompok lawan oleh tim sukses calon kepala desa," ujar Pendeta Zakaria.

Pertemuan Forum Lintas Iman yang berlangsung hangat dan penuh keterbukaan itu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan masing-masing agama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus menjaga kedamaian dan kerukunan di Kabupaten Grobogan.



Red

Posting Komentar untuk "Forum Lintas Iman Grobogan Soroti Kepemimpinan Desa dan Tantangan Politik Uang"