• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    UN 2020 Dibatalkan, Begini Komentar Pelajar Jepara

    Rabu, 25 Maret 2020, 9:13:00 PM WIB Last Updated 2020-03-25T14:13:39Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Jakarta, biliksantri.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim meniadakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 mulai tingkat SD - SMA sederajat di seluruh Indonesia. Kebijakan itu diambil terkait darurat wabah Corona virus disease (Covid-19) setelah rapat bersama dengan Komisi X DPR RI melalui telekonferens pada Senin (23/03/2020).

    Keputusan tersebut tertuang dalam surat edaran Permendikbud No 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Dengan dibatalkannya UN 2020, maka keikutsertaan UN tak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Serta penyetaraan bagi lulusan program paket A, B dan C akan ditentukan kemudian.

    Sejumlah pelajar Jepara menanggapi terkait batalnya UN 2020. Dion, siswa SMA N 1 Welahan ini mengaku kurang setuju dengan pembatalan UN. Menurutnya, jika tidak ada UN, maka tidak ada kompetisi bagi siswa dan tolak ukur nilai secara nasional.

    "Terlebih akan membuat siswa menjadi malas belajar," ujarnya saat dihubungi jurnalis biliksantri.com pada Selasa (24/03/2020).

    Dion sudah mencurahkan segala kemampuannya untuk menghadapi UN yang nantinya akan diujikan. Namun, ia harus mengurungkan niat karena pemerintah fokus menangani virus Corona yang semakin menyebar keberadaanya. Akan tetapi, dia memaklumi keputusan Kemendikbud yang lebih mengutamakan kesehatan orang banyak.

    "Kami tetap mendukung upaya pemerintah dalam 'perang' melawan Corona," imbuhnya.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Yasa Maulana. Siswa MA Nurul Ilmi Bategede Nalumsari Jepara ini juga kecewa dengan dibatalkannya UN 2020. Target-target yang telah ia tentukan terkait UN, musnah seketika. Usaha memahami soal hots menjadi sia-sia belaka. Apalagi, kelulusan sekolah diambil dari nilai raport.

    "Saya merasa kurang maksimal dengan nilai semester yang dulu," ungkapnya.

    Yasa berharap ada hikmah terkait batalnya UN dan kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Meski demikian, ia yakin pasti yang dilakukan pemerintah itu yang terbaik bagi semua. Demi keselamatan bersama, ia dan siswa yang lain tetap harus semangat dalam belajar dan sambil menunggu pengumuman pemerintah selanjutnya.

    "Kita berdoa, semoga wabah ini berakhir dan kegiatan belajar dapat kembali normal," katanya.

    Senada, Farisa, siswi SMK Mambaul Ulum Buaran Mayong berpendapat bahwa ditiadakannya UN, rasanya kurang ada greget (belajar).

    "Kita tak takut UN seperti dulu, karena itu penentuan masa depan kami," pungkasnya.
    (Lim/If)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya

    NamaLabel

    +