Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Refleksi Kemerdekaan Pemuda Lintas Iman Grobogan: Adab dan Integritas Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Dokumentasi Bersama

GROBOGAN, Biliksantri.com – Persaudaraan Lintas Iman menggelar pertemuan rutin bertajuk "Membangun Integritas Bangsa dan Negara dari Penjajahan Bangsa Sendiri" di Gedung PCNU Grobogan, Sabtu (15/8/2026). Agenda ini menjadi ruang refleksi bersama lintas tokoh agama dan komunitas dalam memperingati bulan kemerdekaan.

Ketua FKUB Grobogan, Abu Mansur, mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih atas perjuangan lintas elemen suku dan agama, mulai dari tokoh Hindu di Bali, umat Islam di Aceh, hingga tokoh Katolik seperti Mgr. Soegijapranata. Menghadapi visi Indonesia Emas 2045, ia menekankan pentingnya penguatan karakter masyarakat.

"Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan aspek intelektual, tetapi adab dan akhlakul karimah harus menjadi hal utama yang dipersiapkan dalam 19 tahun ke depan," tegas Abu Mansur.

Menyambung hal tersebut, perwakilan Supaya Grobogan Maju, Wahyu Dwi Pranata, menyoroti potensi bonus demografi yang berisiko menjadi bencana demografi jika kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak disiapkan dengan matang. Menurutnya, Kabupaten Grobogan tidak boleh berpuas diri hanya dengan predikat lumbung pangan nasional yang menjual bahan mentah.

"Satu-satunya jalan menjadi daerah maju adalah melalui industrialisasi dan modernisasi ekonomi, yaitu memberikan nilai tambah pada produk lokal lewat teknologi tinggi, penguatan sektor jasa, serta digitalisasi. Permasalahan klasik seperti kekeringan, banjir, dan kebakaran juga harus terantisipasi secara menyeluruh," jelas Wahyu.

Sementara itu pada sesi diskusi, Pendeta Gereja Kristen Jawa (GKJ), Ki Atma, mengajak peserta meresapi kembali pesan K.H. Maimoen Zubair mengenai prinsip "100% PBNU" (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945) sebagai pijakan hidup berbangsa. Mengutip gagasan Pramoedya Ananta Toer, ia menegaskan bahwa hakikat merdeka adalah tidak mau menjajah, tidak mau dijajah, dan tidak membiarkan terjadinya penjajahan.

Rangkaian acara ditutup oleh Pendeta GKI Rita Dwi Lestari yang menegaskan bahwa fondasi perubahan bangsa harus diawali dari skala terkecil. "Kita harus mulai memperbaiki diri dari sektor pendidikan dan memulainya dari lingkungan keluarga," pungkasnya.

Posting Komentar untuk "Refleksi Kemerdekaan Pemuda Lintas Iman Grobogan: Adab dan Integritas Kunci Menuju Indonesia Emas 2045"