Tanamkan Kesadaran Privasi Diri, Mahasiswa KKN 019 UIN Kudus Edukasi Siswa SD 1 Kuwukan
![]() |
| Dokumentasi panitia |
KUDUS, Biliksantri.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 019 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus kembali menghadirkan program yang berdampak. Kali ini, fokus pemberdayaan tidak hanya menyentuh aspek alam dan ekonomi, tetapi juga membidik aset manusia paling berharga di desa, yakni anak-anak. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Privasi Diri yang sukses diselenggarakan di SD 1 Kuwukan Pada Sabtu (08/08/2026).
Antusiasme para peserta didik tergambar dengan sangat jelas dalam dokumentasi. Dalam potret tersebut, terlihat anak-anak SD 1 Kuwukan duduk lesehan dengan penuh perhatian saat berinteraksi dengan kakak-kakak mahasiswa. Perhatian utama tertuju pada seorang siswa laki-laki yang tengah memegang sebuah bingkai peraga edukatif (photobooth) kreatif yang terbuat dari kardus.
Bingkai tersebut dipenuhi dengan pesan-pesan perlindungan diri yang kuat dan mudah diingat oleh anak-anak, seperti "Tubuhku Milikku", "Berani Bilang Tidak", dan "Ayoo Lawann". Terdapat pula tajuk utama bertuliskan "Sosialisasi: Anggota Tubuhku Itu Privasi Anak" lengkap dengan identitas "KKN UIN SUKU 2026 DESA KUWUKAN". Penggunaan media visual interaktif ini terbukti sukses membuat anak-anak lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Menjaga Diri Sebagai Bagian dari Ekoteologi dan Pemberdayaan
Pemilihan program edukasi privasi anak ini memiliki benang merah yang sangat erat dengan tema besar KKN 019. Dalam konsep pemberdayaan potensi desa, perlindungan dan edukasi karakter bagi generasi muda adalah fondasi utama yang tidak boleh dilupakan. Desa yang berdaya adalah desa yang mampu memastikan anak-anaknya tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan memiliki pemahaman tentang hak-hak atas tubuh mereka sendiri.
Sementara itu, dari kacamata internalisasi ekoteologi, menjaga ciptaan Tuhan tidak hanya terbatas pada merawat pepohonan atau kebersihan lingkungan fisik. Tubuh manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan yang diamanahkan kepada setiap individu. Oleh karena itu, mengajarkan anak-anak untuk menjaga, menghargai, dan melindungi tubuh mereka dari tindakan yang tidak pantas adalah bentuk nyata dari rasa syukur dan penerapan nilai-nilai teologis dalam kehidupan sehari-hari.
Membangun Generasi yang Berani
Dalam sosialisasi ini, para siswa SD 1 Kuwukan diberikan pemahaman dasar mengenai safe touch (sentuhan aman) dan bad touch (sentuhan tidak aman). Mereka diajarkan untuk mengenali batasan-batasan bagian tubuh pribadi yang tidak boleh dilihat atau disentuh oleh sembarang orang.
Lebih dari itu, kampanye "Berani Bilang Tidak" dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak agar berani menolak dan melaporkan jika mereka mengalami tindakan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Melalui pendekatan yang menyenangkan namun sarat makna ini, mahasiswa KKN 019 UIN Sunan Kudus berharap dapat membekali anak-anak Desa Kuwukan dengan "perisai diri" yang kuat. Edukasi sejak dini ini menjadi langkah preventif yang krusial untuk menciptakan generasi masa depan yang tangguh, sadar akan hak-haknya, dan siap memajukan Desa Kuwukan secara berkelanjutan.
Pengirim : Nailah Farasifa


Posting Komentar untuk "Tanamkan Kesadaran Privasi Diri, Mahasiswa KKN 019 UIN Kudus Edukasi Siswa SD 1 Kuwukan"