Ansor Jateng Tegaskan Visi Besar Jadi Khadimul Ummah di Era Digital
![]() |
| Dokumentasi panitia |
TEGAL, Biliksantri.com – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menegaskan visi besar organisasi untuk menjadi Khadimul Ummah atau pelayan umat, sekaligus memperkuat peran kader dalam menjaga peradaban di tengah pesatnya transformasi digital.
Visi tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) PW GP Ansor Jawa Tengah yang digelar di Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026).
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo, mengatakan Muskerwil menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah program pada sisa masa kepengurusan periode saat ini.
Menurutnya, berbagai persoalan strategis akan dibahas, mulai dari penguatan ekonomi, kemandirian organisasi, arah gerakan, hingga penguatan khidmah Ansor kepada masyarakat.
“Muskerwil merupakan evaluasi sisa waktu periode kepengurusan PW Ansor Jateng periode sekarang. Banyak sekali yang akan dibahas mulai dari urusan ekonomi, kemandirian, arah organisasi, dan urusan khidmah sebagai organisasi yang berwawasan Khadimul Ummah,” kata Shidqon.
Shidqon juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tegal, Ischaq Maulana, yang telah memfasilitasi pelaksanaan Muskerwil PW GP Ansor Jawa Tengah di Guci.
“Terima kasih kepada Bupati Tegal, Ischaq Maulana yang telah memfasilitasi Muskerwil. Beliau adalah kader terbaik Ansor,” ujarnya.
Ia menegaskan, konsep 'Khadimul Ummah: Transformasi Digital Menjaga Peradaban tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata kader Ansor di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghafar Rozin menilai GP Ansor memiliki posisi strategis dalam keberlanjutan kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU).
“Saya selalu berusaha keras untuk datang jika diundang PW GP Ansor karena bagi saya Ansor adalah pintu terakhir kaderisasi menuju NU,” ujar Gus Rozin.
Menurutnya, meskipun NU memiliki banyak orang yang mencintai dan ingin berkontribusi di dalam kepengurusan, kader Ansor harus mendapatkan prioritas karena telah melalui proses kaderisasi organisasi kepemudaan NU.
Gus Rozin juga menekankan bahwa makna Khadimul Ummah saat ini harus diperluas, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi NU.
“Lebih penting bagaimana kita sebagai kader punya kewajiban menjaga marwah NU yang akhir-akhir ini selalu mengalami tantangan dan ujian berat. Maka Khadimul Ummah harus ditujukan untuk menjaga marwah NU,” tegasnya.
Ia menyebut Ansor memiliki fungsi strategis sebagai penyeimbang agar NU tetap berada pada arah perjuangan yang sesuai dengan nilai-nilai organisasi.
Salah satu tantangan terbesar, menurut Gus Rozin, berada di ruang digital. Ia menilai NU saat ini menghadapi berbagai serangan dan fitnah melalui media sosial.
“Di media sosial, NU terus diserang dengan sangat jahat. Transformasi digital dalam konteks ini perlu dimaknai untuk melindungi NU dari fitnah, lalu kemudian membangun kemandirian dan kedaulatan digital,” katanya.
Gus Rozin menilai Ansor memiliki kapasitas besar untuk mengambil peran tersebut. Kader tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi harus mampu menguasai ruang digital sebagai bagian dari perjuangan menjaga marwah dan kedaulatan organisasi.
Selain menangkal fitnah dan disinformasi, transformasi digital juga dinilai dapat menjadi instrumen untuk membangun kemandirian organisasi sekaligus memperkuat komunikasi dan konsolidasi kader.
Ia juga mendorong agar ruang digital dimanfaatkan untuk membangun rekonsiliasi serta mendinginkan suasana pasca-Muktamar NU.
“Termasuk yang perlu dilakukan melalui dunia digital adalah melakukan rekonsiliasi serta mendinginkan suasana pasca-Muktamar,” imbuhnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan Muskerwil juga disampaikan Bupati Tegal Ischaq Maulana. Ia menyambut kedatangan para peserta Muskerwil sekaligus berharap forum tersebut dapat menghasilkan program-program strategis bagi organisasi.
“Selamat datang untuk peserta Muskerwil. Semoga betah di objek wisata Guci untuk melakukan pengembangan program PW GP Ansor Jawa Tengah dan juga program pimpinan cabang se-Jawa Tengah,” kata Ischaq.
Menurut Ischaq, keberadaan para kader Ansor dari berbagai daerah di Jawa Tengah di Guci menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyusun langkah organisasi ke depan.
Muskerwil tersebut pun menjadi ruang konsolidasi bagi PW GP Ansor Jawa Tengah dan pimpinan cabang se-Jawa Tengah untuk mengevaluasi program sekaligus menyusun strategi pengabdian kepada masyarakat.
Dengan mengusung tema “Khadimul Ummah: Transformasi Digital Menjaga Peradaban”, Ansor Jateng ingin memastikan kaderisasi tidak berhenti pada penguatan internal organisasi, tetapi berlanjut menjadi gerakan pelayanan umat yang mampu menjawab tantangan zaman.
Di tengah perubahan teknologi dan dinamika kehidupan sosial, Ansor didorong mengambil peran lebih besar dalam menjaga marwah NU, membangun kemandirian organisasi, mengawal ruang digital, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga peradaban.


Posting Komentar untuk "Ansor Jateng Tegaskan Visi Besar Jadi Khadimul Ummah di Era Digital"