Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kehidupan di Akhir Zaman, Manusia Berhati Setan

manusia-berhati-setan
Ilustrasi Manusia Berhati Setan (foto : islampos.com)

biliksantri.com - Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda mengenai kehidupan pada akhir zaman. Kata Nabi di depan para sahabat, di akhir zaman akan muncul satu kaum yang wajahnya manusia, tapi hatinya berhati setan. Mereka bagaikan serigala buas.

Hati mereka tak sedikitpun memiliki perasaan belas kasih dan suka menumpahkan darah serta berbuat kerusakan.

"Jika engkau memilih mereka, maka mereka akan mengakrabimu. Tetapi bila tidak, mereka akan membongkar kejelekanmu. Bila engkau percayai, mereka akan mengkhianatimu," ujar Nabi.

Nabi melanjutkan sabdanya, bahwa anak-anak mereka tak terhitung utangnya, pemudanya penipu dan orang tua mereka tak memiliki rasa malu. Mereka tak menyuruh berbuat kebaikan dan tak pula mencegah kemungkaran. Adalah hina mengambil kemuliaan mereka dan mencari apa yang ada padanya. Mereka berbuat bid'ah, akan tetapi menganggapnya Sunnah.

Mendengar hal itu, sebagian para sahabat  tanpa sadar meneteskan air mata. Lalu Nabi melanjutkan sabdanya.

"Pada saat itu, Allah memberikan kekuasaan kepada mereka yang jelek. Mereka yang baik berdoa, tetapi do'a mereka tak dikabulkan," pungkas Nabi. 

Hikmah


Keadaan kehidupan akhir zaman yang digambarkan oleh Nabi bisa kita lihat sekarang ini. Tanda-tanda tersebut telah nampak dan jelas di sekitar kita. Bukankah banyak di antara sesama manusia yang telah berhati setan?.

Wajahnya memang manusia, tetapi perbuatannya mirip dengan setan yang durjana. Banyak manusia yang brutal, rusuh dimana-mana, saling fitnah, egois, merasa benar sendiri dan tindakan tak beradab lainnya. Terlebih, banyak manusia yang dzalim menjadi pemimpin. Sedangkan bawahannya takut membela kebenaran karena merasa terkekang oleh pekerjaan atau tak mau bersuara, ingin selamat sendiri. Itu juga salah satu penyebab mundurnya umat karena kedzaliman tidak dihentikan atau dicegah.

Beruntunglah manusia-manusia yang senantiasa konsisten mengedepankan nilai-nilai religius dalam kehidupannya. Walaupun sulit, kebenaran ajaran agama Nabi harus tetap dijaga dan dipraktekkan. Seperti sabda Nabi bahwa agama sekarang layaknya memegang bara api di tangan. Jika dilepas, maka bara itu akan mati. Jika dipegang, bara itu membakar.

Karena itu, kita harus mencoba untuk selalu berada dalam naungan kaidah-kaidah agama. Semoga kita selalu terjaga dalam lindungan Allah SWT. Amin.

Penulis adalah Muhammad Nur Salim

Posting Komentar untuk "Kehidupan di Akhir Zaman, Manusia Berhati Setan "

Berlangganan via Email