• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Spesial Isra' Mi'raj: Cerita Ibu Masyithoh, Penyisir Rambut Anaknya Raja Fir'aun

    Minggu, 22 Maret 2020, 1:16:00 PM WIB Last Updated 2020-03-24T16:36:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
     
    Ilustrasi, sumber iniceritainspiratif.blogspot.com
    Biliksantri.com - Pada saat Isra' Mi'raj, Nabi Muhammad SAW diajak keliling langit oleh Malaikat Jibril AS. Di dalam perjalanan, beliau mencium bau harum semerbak nan wangi. Rasulullah pun bertanya kepada Jibril, bau apakah ini ya Jibril?. Jibril pun menjawab bahwa itu adalah baunya Ibu Masyithoh dan anaknya.

    Menurut cerita, Raja Fir'aun pada masa Nabi Musa adalah seorang Raja Babilonia yang kejam dan kerap kali menyiksa siapa saja yang berani melawannya. Dirinya juga mengaku sebagai Tuhan semesta dan semua orang harus tunduk kepadanya.

    Namun tak demikian dengan Masyithoh. Seorang ibu yang beriman kepada Allah sampai ia meninggal dunia. Pekerjaan sehari-hari Ibu Masyithoh adalah pelayan Fir'aun di Kerajaan. Ia ditugaskan khusus merawat putri Fir'aun yang masih anak-anak. Meski demikian, ia tetap menjaga imannya dan tak menganggap Fir'aun sebagai Tuhan.

    Pada suatu hari, Ibu Masyithoh sedang menyisir rambut anak perempuannya Fir'aun. Tak sengaja, sisir yang dipegang terjatuh ke lantai. Ibu Masyithoh pun mengambilnya sambil  mengucap dengan menyebut nama Allah, celaka Fir'aun. Sang Putri pun mendengar dan bertanya pada Masyithoh.

    "Apakah ada Tuhan selain ayahku?" heran sang putri.

    "Ada," jawab Masyithoh tanpa ragu-ragu.

    "Kalau begitu, akan aku adukan kamu kepada ayahku,"

    Sang putri pun memanggil Fir'aun dan menceritakan apa yang terjadi. Fir'aun pun mengintrogasi Masyithoh.

    "Apakah benar bahwa ada Tuhan selain aku?" tanya Fir'aun.

    "Ada, yaitu Allah SWT, sebagai tuhanku dan tuhanmu juga," tegas Masyithoh.

    Fir'aun marah dan memanggil semua keluarga Ibu Masyithoh, suami dan kedua anaknya. Mereka pun dirayu oleh Fir'aun agar kembali menarik kata-katanya yang menyebutkan bahwa ada Tuhan selain Fir'aun. Maka dengan kompak, mereka menolak untuk melakukan itu dan lebih percaya kepada Tuhan yang kekal abadi yakni Allah SWT.

    Kemarahan Fir'aun pun memuncak dan akan membunuh keluarga Masyithoh. Namun, ibu Masyithoh tak gentar, bahkan melawan dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.

    "Iya silahkan kalau kamu ingin membunuh kami," kata Masyithoh.

    Lalu, Fir'aun memerintahkan anak buahnya menyiapkan jordi (kuali besar) yang terbuat dari tembaga, kemudian dipanaskan dengan api yang panas. Fir'aun dengan memaksa, memerintahkan satu per satu keluarga Masyitoh untuk nyemplung (masuk) ke dalam kuali itu. Pertama, suami Masyitoh dan anak pertamanya. Menurut keterangan, suami Masyithoh masih takut kepada Fir'aun.

    Ketika sampai giliran anak Masyithoh yang masih bayi, sambil dipegang Masyitoh, sang bayi dengan izin Allah dapat berbicara.

    "Wahai ibuku, masuklah dalam kuali itu, dan jangan takut. Sesungguhnya ibu di jalan yang benar," ucap bayi itu.

    Mendengar itu, Ibu Masyithoh langsung masuk bersama bayinya ke dalam kuali panas dengan penuh keyakinan.

    Ini benar-benar menjadi pelajaran bagi orang-orang mukmin. Dimana, kebenaran bahwa tidak ada Tuhan selain Allah harus dipegang kuat sampai maut menjemput. Ibu Masyithoh mengajarkan kita bahwa keteguhan iman di lingkaran orang-orang kafir harus kita jaga meski banyak rintangan menghadang. Yakin dan pasti, Allah akan menggantinya dengan pahala yang besar di akhirat. 

    (Salim), diambil dari Kitab Syarah Qisshotul Mi'raj halaman 8.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya

    NamaLabel

    +