• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PAC Mayong Gelar Diskusi Menulis Online bersama Pelajar

    Minggu, 03 Mei 2020, 11:21:00 PM WIB Last Updated 2020-05-03T16:21:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Jepara, biliksantri.com - Menulis bagian yang tak terlupakan dalam sejarah manusia. Ia menjadi bukti otentik keadaan zaman yang sedang berlangsung. Catatan yang lahir dari menulis merupakan dasar dipatenkannya ilmu pengetahuan.

    Berdasarkan itu, PAC IPNU IPPNU Mayong akan menggelar diskusi bersama pelajar bertemakan "Menulis untuk Organisasi dalam Bingkai Islam yang Ramah Tamah" pada Ahad, (03/05/2020). Rencanya diskusi dimulai pukul 20.30 - 22.00 lewat media sosial WhatsApp mengingat larangan berkurumun masih dilarang karena Korona.

    Kegiatan ini bekerja sama dengan OSIS SMA N 1 Mayong dan terbuka untuk kalangan pelajar umum, khususnya pelajar yang ada di Jepara.

    Adapun narasumber yang hadir yakni Muhammad Muslim (Ketua IPNU Mayong), Muhammad Nur Salim (Jurnalis Biliksantri.com, Pegiat Budaya) dan dipandu moderator dari Sekbid Kewirausahaan OSIS SMA 1 Mayong, Laikhatun Naila.

    Menurut inisiator acara, Hamam Nasiruddin mengatakan bahwa acara ini tak sengaja terbentuk. Ini sebagai wadah silaturahim antar pelajar khususnya pelajar Jepara. Menulis dapat menjadi alternatif pilihan bagi pelajar di tengah masa darurat Korona. Hal ini agar pelajar tak bosan di rumah karena sekolah diliburkan dan pembelajaran dilakukan secara daring.

    Hamam yang juga Komandan CBP Mayong menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memulai suatu tradisi diskusi yang bermanfaat.  Karena mengangkat tema menulis dan organisasi, maka pentingnya menulis juga harus disadari oleh para pelajar

    "Semoga bermanfaat bagi mereka semua," ungkapnya.

    Sementara itu, salah satu peserta, Nailis membeberkan alasan ia ikut diskusi ini agar tahu tata cara menulis dengan baik dan benar. Serta bagaimana tulisan itu lebih hidup dan diminati pembaca. Siswi SMK Al Anwar Mayong Jurusan Farmasi ini penasaran dengan dunia jurnalistik karena terinspirasi oleh Ahmad Fuadi. Di diskusi ini ingin belajar dan menambah ilmu.

    "Siapa tahu jadi jurnalis VOA, kan nggak ada yang tahu," ungkapnya.

    Harapannya ke depan, pembaca mendapat manfaat dari tulisan yang telah dibuat. Disamping itu menambah minat baca masyarakat yang tergolong rendah, namun tinggi kalo buat baca chat. Hal ini karena banyak masyarakat yang menggunakan medsos.

    "Setidaknya akses internet yang mereka gunakan dapat berguna jika malas membaca koran," pungkasnya.

    (Far/Lim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya