• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Puisi Reno Septi Budi Laksono; Pada Masa Puisi-Puisi Ditakuti

    Minggu, 17 Mei 2020, 11:59:00 PM WIB Last Updated 2020-05-17T16:59:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    ilustrasi gambar (https://www.sehatq.com)

     

    Pada Masa Puisi-Puisi Ditakuti

    Oleh: Reno Septia Budi Laksono


    Pada masa puisi-puisi ditakuti
    Penyair tumbuh sebagai penyihir
    Tangan kanannya sebagai kutukan
    Suaranya mampu mendegam-degam
    Membangkitkan pemuda dari masa tidurnya
    Dengan satu kata, Lawan!

    Pada masa puisi-puisi ditakuti
    Kebenaran tak selalu ada
    Kursi-kursi singgasana mati daya
    Suara-suara hanya sebatas ketakutan
    Menjadi noda di pakaian berjas
    Yang memunculkan majas pertempuran
    Mencipta selimut kedamaian palsu
    Dikenal “apa guna banyak baca buku
    Kalau mulut kau bungkam melulu”

    Pada masa puisi-puisi ditakuti
    Pemuda semakin garang
    Batu, celurit, sepanduk, pistol
    Sebagai hidangan yang tak mampu mengenyangkan
    Sampai mengutuk mata kiri lebam
    Penyair muda lari bukan pelarian

    Pada masa puisi-puisi ditakuti
    Era baru menunjukkan wajahnya
    Dengan lepasnya mahkota
    Mencipta rasa kesenangan
    Namun sayang penyair menghilang
    Hanya kata yang masih bertahan
    Sekujur badannya moksa secara perlahan
    Bersama tiga belas orang
    Sampai sekarang masih digaungkan
    Dikenang 1998.

    Kudus, 7 Mei 2020
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya