• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    10 Kesunahan dalam Berwudhu

    Sabtu, 07 November 2020, 8:07:00 AM WIB Last Updated 2020-11-07T01:07:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    foto : Inspirasipedia.com
     

    Biliksantri.com - Wudhu merupakan tindakan yang wajib dilakukan oleh umat Islam sebelum melakukan ibadah dengan tujuan menyucikan diri dari hadats kecil. seperti shalat, thawaf, menyentuh atau membawa Al-Qur’an, dan lain sebagainya.

    Perintah wudhu sendiri disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Maaidah ayat 6,

    يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَا غْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَ يْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَا فِقِ وَا مْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ ۗ 

    "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki."

    Sebagaimana ibadah lainnya,  wudhu juga memiliki kesunahan-kesunahan yang seyogyanya kita lakukan. Seperti dalam kitab Fatkhul Qorib karangan Imam Ahmad bin Husain yang terkenal dengan nama Abu Suja' yang menyebutkan ada 10 kesunahan dalam berwudlu. Berikut adalah rinciannya:

    1. Membaca basmalah, minimal بسم الله dan yang sempurna adalah بسم الله الرحمن الحيم . Jika lupa mengucapkannya pada saat awal wudlu, maka bisa melakukannya di tengah-tengah wudlu dengan bacaan بسم الله اوله واخره .

    2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebelum berkumur dan sebelum memasukkan tangan ke dalam wadah atau tempat yang kapasitasnya kurang daru 2 kulah. Bila tidak membasuhnya, maka makruh membenamkan tangannya kedalam tempat air. Namun jika orang tersebut yakin akan kesucian tangannya, maka tidak makruh membenamkan tangannya.

    2. Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebelum berkumur dan sebelum memasukkan tangan ke dalam wadah atau tempat yang kapasitasnya kurang daru 2 kulah. Bila tidak membasuhnya, maka makruh membenamkan tangannya kedalam tempat air. Namun jika orang tersebut yakin akan kesucian tangannya, maka tidak makruh membenamkan tangannya.

    3. Berkumur setelah membasuh kedua telapak tangan. Minimal memasukkan air kedalam mulut, baik memutarnya dan membuangnya ataupun tidak membuangnya. Namun yang paling sempurna adalah membuangnya.

    4. Menghirup air ke dalam hidung setelah berkumur ( isytinsyaq). Minimal memasukkan air kedalam hidung, baik menariknya sendiri ke janur hidung dan membuangnya, ataupun tidak. Namun yang paling sempurna adalah membuangnya.

    5. Mengusap seluruh kepala. Sedangkan mengusap sebagian kepala hukumnya wajib.

    6. Mengusap kedua telinga bagian luar dan dalam dengan air yang baru. Cara mengusap yang disunnahkan ialah memasukkan kedua telunjup pada kedua lubang  telinga dan memutarnya mengikuti cekungan telinga dan menjalankan kedua ibu jari pada bagian luar telinga, kemudian menempelkan kedua telapak tangan yang telah basah dengan telinga.

    7. Merenggangkan ( nyela-nyelani)  jenggot laki-laki yang lebat. Adapun jenggot laki-laki yang tipis, jenggot perempuan dan khunsa wajib direnggangkan/ disela-selani. Caranya memasukkan jari-jari dari dasar jenggot.

    8. Mendahulukan anggota tangan dan kaki yang kanan daripada yang kiri. Untuk 2 anggota tubuh yang mudah dibasuh bersamaan, seperti kedua pipi, maka tanpa mendahulukan yang kanan, namun diasuh bersamaan.

    9. Membasuh/ mengusap setiap bagian 3 kali.

    10. Berkesinambungan ( موالة ) yaitu tidak terjadi perpisahan yang lama antara dua anggota wudlu.

    (Mus/Lim)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya