• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Cara Santri NU Tanggapi Karikatur Nabi Muhammad SAW

    Minggu, 01 November 2020, 6:13:00 PM WIB Last Updated 2020-11-01T16:03:02Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Biliksantri.com - Dunia internasional baru-baru ini mengecam Presiden Prancis, Emmanuel Marcon karena tindakannya membiarkan karikatur yang katanya sebagai Nabi Muhammad SAW yang terpasang di gedung pemerintahan Prancis.

    Tindakan Presiden Prancis didasari pemenggalan Guru Sejarah, Samuel Paty setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad Saw kepada murid-muridnya dalam diskusi kelas tentang kebebasan berbicara.

    Ditambah lagi komentarnya kepada masyarakat luas bahwa tidak akan menurunkan karikatur yang terpasang di gedung pemerintahan karena termasuk kebebasan dalam berekspresi.

    Lantas, bagaimana sikap kita sebagai santri NU menanggapi kontroversial dari karikatur Nabi Muhammad SAW?

    Dalam lingkungan Nahdliyyin (sebutan warga NU) selalu diajarkan prinsip dasar dalam menjalani kehidupan. Menanggapi problema karikatur Nabi Muhammad SAW, santri/pelajar NU seyogyanya memegang sikap tawassuth, bersikap tengah-tengah, mengambil jalan tengah, tidak merugikan pihak lain.

    Kedua, sikap I'tidal, sikap yang tegak lurus, tidak memihak pihak kanan atau pihak kiri, berusaha berlaku adil.

    Sikap ketiga, tawazzun. Sikap seimbang, tidak berat sebelah atau tidak berlebihan dalam suatu hubungan atau menanggapi suatu permasalahan.

    Ketiga sikap itu harus dipegang teguh oleh santri atau pelajar NU agar tidak mudah terombang-ambing oleh suatu masalah, tidak mudah tersulut emosi, tidak mudah mencaci maki dan tidak mudah ikut demo yang tidak urgent.

    Dilansir dari halaman Facebook Nadirsyah Hosen, Gus Nadir (sapaan akrab Prof. Nadirsyah Hosen, Rois Syuriah PCINU Australia) memberikan jawaban menarik berupa dialog antara seorang gus dan seorang santri.

    "Gus, itu ada yang bikin karikatur Nabi"

    "Bohong"

    "Kok bohong Gus?"

    "Emangnya sampean tahu wajah Nabi seperti apa?"

    "Ndak Gus"

    "Orang itu tau wajah Nabi?"

    "Pasti ndak, Gus"

    "Loh kok sampean percaya itu gambar wajah Nabi?"

    "Iya juga ya"

    "Sampean kini tau kan cara jawabnya kalau ada orang begitu ...."

    Selain dialog itu, Gus Nadir juga memberikan pesan yang sangat mendalam.

    "Menghadapi persoalan yang memancing emosi, kita perlu belajar pada Gus Dur dan Abu Nawas, tidak bisa didekte oleh manusia yang mau ditimbulkan oleh orang lain"
    kata Gus Nadir.

    Abuhai (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya