• Jelajahi

    Copyright © Bilik Santri
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Puisi Nisa Aulia; Sebuah Singgasana

    Senin, 23 November 2020, 5:54:00 AM WIB Last Updated 2020-11-22T22:54:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     Sebuah Singgasana

    Oleh : Nisa Aula


    Suatu hari gemintang saling bercengkrama
    Bersimpuh menatap kebawah – memandang penuh luka
    Kadang-kadang serpihan daun berguguran
    Kemuningnya runtuhi cakrawala gegeri gerbong sandiwara, pun tak ada yang hiraukan
    Mendedah menyapu rakus seisi tanah – tertawa

    Tentang kecamuk cerita, sebilah kenyataan nelangsa
    Mereka yang teguh dengan perisainya
    Sebuah sayap-sayap yang kian angkuh menerka jagad raya
    Menggempur tiang-tiang penyanggah, saling berebut kuasa
    Mengglegarkan ambisinya – menggurita

    Sekali lagi sang gemintang menyeka sudut mata
    Memaksa menegar, mendapati sebilah asa yang masih tersembunyi di cibiran lelumpuran
    Menyaksikan bisu kursi-kursi singgasana – bosan
    Pakaian kejayaan kian sisakan noda
    Mendegam, menggaung, menjarah, mencoba genggam semesta
    Kalut derai hebatnya permainan gelap si penguasa
    Sempurna dikemas rapi, senandung benci di kuras lenyap
    Digorengnya masa semanis gulali, gapilnya si teknologi berhasil diakali
    Ujaran kebencian yang kemarin sempat menyekat pelik telinga Puan
    Sesegera mungkin Tuan jagal segala bentuk gempuran emosi, kini tertunduk mengerti – memlih pergi

    Sumringah bungah penjarah ulung – bersulang menang
    Di balik jendela segenggam rasio paling masuk akal menilik – resah
    Harap-harap menagih janji, bertanya pada kemuning daun – masih adakah celah?
    Ditatap pasrah sedikit lengah, teredup pelan – nan payah
    Gemintang urung meneruskan, menyeka mata – sekali lagi, hanya masa yang mampu uruskan, putuskan berdamai atau bertarung

    Ilustrasi gambar dari instagram @Burhaniannas dan @annasart974

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini lainya