Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi-Puisi Maftuhan; Plastik

plastik-kresek
Ilustrasi gambar Plastik (Doc. PAC IPNU IPPNU Mayong)

Plastik

Oleh : Maftuhan

Langit biru tandanya cerah
Langit gelap tandanya hampir hujan
Tapi tak semua birunya langit
Bertanda cerah tanpa hujan

Pagi cerah menawan
Bumi tersinar mentari sejuk
Siang tanpa tanda tetesan air langit
Angin yang mengamuk
Membuat makhluk bumi terlunta

Musim tak menentu
Tiba-tiba hanya sekejap mata
Akan Terjadi tanpa kabar
Siapkan dimana saja diri kuat

Plastik bagian dari waspada
Kondisi darurat bagaimana Tuhan
Sudah merencanakan
Manusia bisa bersiap diri

Jaga plastik kalian
Untuk payung atau pembungkus makanan
Hingga pembungkus Paketan
Melihat plastik dimana-mana

Jangan sampai plastik bercecer
Dijalan apalagi menjadi sampah
Gunakan plastik sesuai kebutuhan
Jika sudah tak terpakai buang pada tempatnya

Plastik bermanfaat didaur ulang
Bukan dibuang sembarang
Hinhga mencemarkan lingkungan
Mari jaga plastik sesuai kebutuhan


Sekolah Lagi

Oleh : Maftuhan

Detik berlalu gelapnya dunia
Jam berjalan belajar tak kunjung buka
Hari berganti sekolah tak hidup lagi
Berganti tahun setiba naik kelas

Kondisi pilu anak jauh kota
Harapan sunyi tak tahu jalan mulus
Jalan berlumpur dan gelombang
Banyak pohon tak sedikit hewan bersua

Layaknya belajar bersama guru
Teman bercanda tawa belajar bersama
Aku ingin sekolah lagi
Kenapa belajar di rumah saja?

Kami tak punya data
Tinggal jauh dari bahagia
Listrik saja hanya penerang malam
Belajar bersama hanya ingin saja

Catatan kami dari ujung hutan
Penuh hidup flora dan fauna
Belajar di sekolah jangan dihalang
Pendidikan bagi kami sangat butuh


*Penulis adalah pemuda asli Grobogan yang sedang bergiat menggerakkan komunitas membaca anak. Selain itu, penulis juga bergiat di Komunitas Penulis Sastra Indonesia (KOPSI)

Posting Komentar untuk " Puisi-Puisi Maftuhan; Plastik"

Berlangganan via Email