Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahukah Kamu? Ini 5 Kesunahan Mandi Besar

Ilustrasi gambar dari unsplash.com

Jepara, biliksantri.com - Mandi besar menjadi kewajiban setiap muslim untuk bersuci dari hadas besar. Mandi besar biasanya dilakukan setelah seseorang mengeluarkan mani, bersetubuh, nifas, dan haid. 

Dalam melaksanakan mandi besar, terdapat sunah-sunah yang bisa dilakukan. Imam Abu Syuja’ di dalam kitab Taqribnya yang berjudul Al Ghayah Wat Taqrib menyebutkan setidaknya ada lima hal yang disunnahkan ketika melaksanakan mandi besar 

وسننه خمسة أشياء التسمية والوضوء قبله وإمرار اليد على الجسد والموالاة وتقديم اليمنى على اليسرى.

5 Kesunahan Mandi Besar

1. Membaca Basmalah

Dalam melakukan banyak hal, kita dianjurkan untuk selalu mengawalinya dengan membaca basmalah. Hal ini akan menyempurnakan keberkahan pada amal. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW 

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللَّهِ (وفي رواية بِذِكْرِاللّه) فَهُوَ أَ قْطَع


Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillah maka amalan tersebut akan terputus (mengurangi) keberkahannya

2. Wudu Sebelum Mandi

Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah r.a

عَنْ عَائِشَةَ رَضي الله عَنْهَا قَالتْ: كان رَسولُ الله صلى الله عليه وسلم إذا اغْتَسَلَ مِنَ الجَنَابَةِ غَسَل يَدَيْهِ، ثُمَ تَوَضَّأ وضُوءهُ للصلاةِ، ثم يُخَلِّلُ بيَدْيَهِ شَعْره حَتَّى إِذَا ظَنَّ أنَّهُ قَدْ أرْوَى بَشَرَتَهُ أفَاضَ عَلَيْهِ الماءَ ثَلاثَ مَرَاتٍ، ثُم غَسل سَائِرَ جَسَدِهِ.


"Dari Aisyah r.a - ia berkata bahwasannya Rasulullah SAW apabila mandi besar beliau mencuci kedua tangannya, kemudian berwudu seperti wudu ketika sholat, kemudian menyela-nyela rambut dengan kedua tangannya. Tatkala beliau merasa telah basah kulit kepalanya, beliau mengguyurkan air tiga kali (ke kepalanya) kemudian menyiram seluruh badannyal"
(HR Bukhari dan Muslim) 

3. Menggosokkan Tangan Pada Badan

Dalam melaksanakan mandi besar, pastikan guyuran air mengalir ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan. Kalaupun tersentuh, berwudulah kembali 

4. Berkesinambungan (nuli-nuli)

 Yakni, tidak diselingi dengan jeda apapun, misalnya setelah membasuh tubuh ia tinggal sebentar, kemudian baru membasuh anggota yang lain. Maka yang dimaksud dengan berkesinambungan tidak seperti itu. Tetapi setelah membasuh badan, langsung membasuh tangan dan kepala, kaki dan anggota-anggota yang lain tanpa diselingi dengan jeda. Dan inilah yang disunnahkan.

5. Mendahulukan Bagian Kanan dari yang Kiri

Banyak sekali kegiatan- kegiatan di dalam agama Islam yang dianjurkan untuk mendahulukan anggota kanan dari pada anggota kiri. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ


"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik)." 
(HR. Bukhari no. 186 dan Muslim no. 268)

Diantara kesunahan yang lain adalah mengulangi tiga kali dan merenggangkan rambut. 

Disarikan dari kitab التذهيب فى أدلة متن الغاية والتقريب dan menyingkap sejuta permasalahan dalam Fathul Qorib

(Mus/If)

Posting Komentar untuk "Tahukah Kamu? Ini 5 Kesunahan Mandi Besar"

Berlangganan via Email