Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Dibalik Negara Mayoritas Islam Gunakan Simbol Bintang dan Bulan Sabit


bulan-bintang
Ilustrasi Bulan dan Bintang (Doc. Okezone.com)

Biliksantrim.com - Mengapa banyak negara mayoritas muslim menggunakan simbol bintang dan bulan sabit? Apakah bintang dan bulan sabit tersebut mewakili simbol Islam?

Pada dasarnya Islam tidak pernah mempunyai keterkaitan dengan simbol apapun. Bahkan dalam Al-Qur'an maupun Hadits Nabi pun tidak disebutkan. Pada masa periode awal Islam pun, tak ada yang menggunakan simbol ini. Simbol bintang dan bulan sabit mulanya digunakan oleh Kesultanan Turki Utsmani pada abad pertengahan.

Tujuan awal simbol ini adalah politik dan tidak berhubungan dengan ajaran agama. Pada masa kejayaannya, Pemerintahan Utsmani berhasil melakukan perluasan wilayah Islam, terutama penaklukan Kota Konstantinopel oleh Sultan Muhammad II pada 29 Mei 1453 M.

Konstantinopel adalah pusat pemerintahan Romawi Timur (Byazantium) yakni negara superpower yang kala itu menetapkan Kristen sebagai agama resmi Negara. Lambang Kota Konstantinopel saat itu adalah bintang dan bulan sabit. Mengapa bulan sabit? Karena bulan sabit menandakan bahwa Konstantinopel adalah wilayah yang berada di antara tiga benua. Ujung yang satu menunjukkan Benua Asia yang ada di timur, ujung lainnya mewakili Afrika yang ada di bagian lain dan di tengah nya adalah Benua Eropa.

Sedangkan bintang di tengah melambangkan posisi ibu kota Konstantinopel yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna kota Islam oleh Sultan Muhammad II (Muhammad Al Fatih).

Sejak saat itu bendera bintang dan bulan sabit menjadi bendera kebanggaan Daulah Utsmaniyah dan umat Islam. Hal itu karena seluruh wilayah dunia Islam berada dibawah satu naungan yakni kekhalifahan Utsmaniyah. 

Di era ini, banyak negara yang menggunakan simbol bintang dan bulan sabit sebagai bendera atau lambang lembaga negara. Di Indonesia, mayoritas umat Islam menggunakan simbol bintang dan bulan sabit sebagai tanda agama Islam. Banyak digunakan untuk mustaka masjid dan organisasi Islam yang ada di Indonesia.

Identitas suatu kaum menjadi simbol eksis dan tidaknya kaum itu. Oleh karenanya, meski bukan ajaran agama, bintang dan bulan sabit sudah menjadi bagian dari budaya yang tak terpisahkan dari umat Islam. 


Muhammad Nur Salim adalah kolumnis Biliksantri.com

Posting Komentar untuk " Alasan Dibalik Negara Mayoritas Islam Gunakan Simbol Bintang dan Bulan Sabit"

Berlangganan via Email