Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Fardu Puasa

fardu-puasa

Biliksantri.com - Umat Islam diwajibkan menjalankan puasa sebagaimana Allah telah mewajibkan juga pada umat sebelum Nabi Muhammad. Hal ini sudah dijelaskan dalam firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183 yaitu:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.


Puasa secara istilah yaitu menahan dari segala hal yang membatalkan puasa, disertai dengan niat, mulai terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari pada hari-hari yang diperbolehkan untuk berpuasa.


Fardunya puasa menurut Abu Syuja' dalam kitabnya yang berjudul Al Ghayah Wat Taqrib ada 4


وفرائض الصوم أربعة أشياء : النية والإمساك عن الأكل والشرب والجماع وتعمد القيء.


fardunya puasa ada 4, niat, menahan diri dari makan dan minum, menahan diri dari jima' dan menahan diri dari menyengaja muntah


Fardu puasa ada empat, yaitu: 


1. Niat

Orang yang berpuasa, niat di dalam hati. Jika puasa yang dikerjakan adalah fardlu seperti Ramadan atau puasa nadzar, maka harus melakukan niat di malam hari.

Niat puasa Ramadan yang paling sempurna adalah seseorang mengatakan:


نويت صوم غد عن أداء فرض رمضان هذه السنة لله تعالى

“saya niat melakukan puasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban bulan Romadlon tahun ini karena Allah Ta’ala.”


2. Menahan diri dari makan dan minum 

walaupun sesuatu yang dimakan dan diminum hanya sedikit.

Jika seorang yang berpuasa melakukan makan dalam keadaan lupa atau tidak mengetahui hukumnya, maka puasanya tidak batal. Jika orang yang tidak mengetahui hukumnya adalah orang yang baru masuk Islam atau hidup jauh dari ulama’. Jika tidak demikian, maka puasanya batal.


3. Menahan diri dari jima' atau bersetubuh dengan sengaja. 

Adapun melakukan jima’ dalam keadaan lupa, maka hukumnya sama seperti makan dalam keadaan lupa.


4. Menahan diri dari menyengaja muntah. 

Jika ia muntah tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. 


Disarikan dari kitab Fathul Qorib karya Ibnu Qosim Al-Ghozzi dan kitab Risalatus Shiyam karya kyai Ahsan Sholih Mayong.


(Mus/Lim)

Posting Komentar untuk " 4 Fardu Puasa"

Berlangganan via Email