Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kang Rijal Menjawab: Bagaimana Hukum Air yang Masuk ke Tubuh saat Mandi, Batalkah Puasanya?


 
Pertanyaan:

Pada saat bulan Ramadan, sebagian santri mandi di sungai. Tiba-tiba perutnya mual, kemudian mereka kentut atau berak di dalam air. Tanpa sengaja, air tersebut masuk ke dalam tubuh lewat jalur kentut tadi.
Batalkah puasa santri tersebut?

Jawaban:

Hukum masuknya air pada jauf atau bagian dalam tubuh secara tidak sengaja, ketentuannya sebagai berikut:

١ اذا كان الغسل مأمورا به مشروعا  فرضا كغسل جنابة او سنة كغسل جمعة فلا يبطل الصوم اذا اغتسل بالصب ويبطل اذا اغتسل بالإنغماس وفي البجيرمي علي الخطيب انه يبطل بالإنغماس ان اعتاد سبق الماء الي جوفه والا فلا

٢ اذا كان الغسل غير مأمور به غير مشروع  كغسل تبرد او تنظيف فيبطل الصوم اذا سبقه الماء وان لم يتعمد سواء اغتسل بالصب ام بالإنغماس

1. Ketika mandinya itu mandi yang diperintah atau disyariatkan (seperti mandi wajib yaitu mandi jinabat ataupun mandi sunnah seperti mandi Jum'at), maka masuknya air tidak membatalkan puasa jika mandinya dengan disiram dan membatalkan jika mandinya dengan menyelam dalam air

2. Ketika mandinya itu mandi yang tidak diperintah (tidak disyari'atkan) seperti mandi dengan tujuan membersihkan diri atau menyegarkan tubuh, maka masuknya air membatalkan puasa walaupun tidak sengaja baik mandi secara disiram atau menyelam dalam air.

Kesimpulan:

Jadi jawabannya dari soal karena kentut/ berak dalam air itu dipastikan air akan masuk ke dalam, maka membatalkan puasa.

Sumber: Kitab Taqrirot Syadidah hlm. 248 - 249


(PAC Rijalul Ansor Mayong/ Red)

Posting Komentar untuk "Kang Rijal Menjawab: Bagaimana Hukum Air yang Masuk ke Tubuh saat Mandi, Batalkah Puasanya?"

Berlangganan via Email