Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuatkan Moderasi Beragama, Yayasan Hasan Kafrawi Integrasikan Aswaja dalam Kurikulum Formal

 


Jepara, biliksantri.com_Yayasan Islam Hasan Kafrawi menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Implementasi Deep Learning dan Integrasi Aswaja dalam Kurikulum” pada Jumat (17/1/2026). Bertempat di SMK Hasan Kafrawi, agenda ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di bawah naungan yayasan tersebut.

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan para pendidik dalam menerapkan pendekatan deep learning. Melalui diskusi terarah, para peserta dibekali pemahaman mengenai konsep pembelajaran mendalam yang menitikberatkan pada penguatan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta penciptaan pembelajaran yang bermakna bagi siswa.

Ketua Yayasan Islam Hasan Kafrawi, H. Miftahurroqib, M.S.I., dalam sambutannya berharap FGD ini mampu melahirkan gagasan konstruktif dan langkah nyata yang seragam di seluruh satuan pendidikan.

“Kami ingin seluruh lembaga memiliki arah yang selaras dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan tetap berlandaskan nilai Aswaja An-Nahdliyah,” ungkapnya.

FGD ini menghadirkan tiga materi inti yang mengintegrasikan kompetensi akademik, teknologi, dan spiritual:

1. Kurikulum Mendalam: Disampaikan oleh Samsul Mu'arrifin, S.Th.I., materi ini mengupas tuntas penerapan deep learning untuk memperkuat pemahaman konseptual dan berpikir kritis siswa.

2. Guru Pejuang Digital: Dipaparkan oleh Miftahurrozaq, S.Pd.I., yang menekankan peran strategis guru dalam memanfaatkan teknologi secara kreatif untuk menjawab tantangan era transformasi digital.

3. Aswaja An-Nahdliyah: Disampaikan secara virtual oleh Hj. Dr. Hindun Anisah, MA., materi ini fokus pada penguatan ideologi pendidik agar nilai moderasi beragama dan akhlakul karimah tetap terintegrasi dalam pendidikan. Sesi ini diperkuat kembali oleh H. Miftahurroqib mengenai sinkronisasinya dengan proses pembelajaran mendalam.

Hal menarik muncul dari arahan Pembina Yayasan Islam Hasan Kafrawi, KH. Prof. Dr. Abdul Muhaya, MA. Beliau menekankan pentingnya penerapan “Kurikulum Berbasis Cinta”. Cinta yang dimaksud adalah manifestasi dari sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim Allah, yakni kasih sayang, kepedulian, dan ketulusan dalam mendidik.

“Pendidikan dengan landasan kasih sayang akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia,” tutur Prof. Abdul Muhaya.

Selama kegiatan, para peserta tampak antusias berbagi pengalaman dan merumuskan strategi implementasi yang sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Fokus utama diskusi juga mengarah pada sinergi antar-mata pelajaran guna menciptakan kesinambungan kurikulum yang selaras dengan visi yayasan.

Melalui langkah ini, Yayasan Islam Hasan Kafrawi menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam mutu pendidikan, memadukan kompetensi digital dengan akar nilai keislaman demi mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing.


/red

 

Posting Komentar untuk "Kuatkan Moderasi Beragama, Yayasan Hasan Kafrawi Integrasikan Aswaja dalam Kurikulum Formal"