Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mahasiswa KKN Unisnu, Diharapkan Jadi Kekuatan Sosial Pascabencana di Desa Tempur


Jepara, Biliksantri.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XX di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara melaksanakan pengabdian yang masyarakat dimulai Rabu (14/1/2026). Penerjunan dilakukan di tengah kondisi Desa Tempur yang masih berada dalam suasana pascabencana longsor yang melanda sejumlah titik wilayah Desa Tempur beberapa waktu lalu.

Meski dilaksanakan dalam situasi darurat, hal tersebut tidak mengurangi semangat mahasiswa untuk menjalankan pengabdian. Prosesi penerjunan berlangsung secara sederhana dan simbolis di posko relawan Desa Tempur, dengan Kepala Desa Tempur Mariyono, dosen pembimbing lapangan (DPL) Tristan Alfian dan Drajad Wibowo, serta relawan setempat.

Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan kondisi pasca bencana yang masih berlangsung, dengan mengedepankan prinsip empati, solidaritas, serta keselamatan warga dan mahasiswa.

Tristan Alfian, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Desa Tempur tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga sebagai bentuk komitmen, kepedulian, serta respon kemanusiaan atas bencana yang terjadi.

“Dalam situasi pasca bencana seperti ini, prioritas utama adalah membantu relawan dang 

masyarakat sesuai dengan kapasitas mahasiswa, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Drajad Wibowo menyampaikan bahwa sinergi antara mahasiswa, masyarakat, relawan, dan pemerintah desa menjadi kunci dalam proses pemulihan pascabencana.

“Mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan relawan dan masyarakat, serta membantu kebutuhan masyarakat terdampak sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Kepala Desa Tempur, Mariyono, menyambut langsung kehadiran mahasiswa KKN UNISNU Jepara di tengah kondisi darurat. Ia menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial yang membantu masyarakat Tempur melewati masa sulit.

“Di tengah kondisi seperti ini, tenaga dan kepedulian sangat berarti bagi relawan dan masyarakat Desa Tempur, Kami berharap mahasiswa KKN bisa benar-benar membantu masyarakat melewati situasi ini.” ujar Mariyono.

Usai prosesi penerjunan, mahasiswa KKN langsung bergabung membantu berbagai aktivitas di posko bersama relawan dan masyarakat setempat, sebagai bentuk nyata pengabdian dan solidaritas terhadap masyarakat Desa Tempur.


/red

Posting Komentar untuk " Mahasiswa KKN Unisnu, Diharapkan Jadi Kekuatan Sosial Pascabencana di Desa Tempur"