Mengenang Gus Dur ke-16, Gusdurian Grobogan Serukan Kepemimpinan 'Dari Rakyat, untuk Rakyat
![]() |
| Suasana Peringatan Haul ke 16 bersama Gusdurian Grobogan (Dok. istimewa) |
Grobogan, Biliksantri.com_ Gusdurian Grobogan memperingati Haul Gusdur ke 16. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, (29/01/2026) berlokasi di Candi Joglosemar, Purwodadi. Haul ini mengangkat tema Dari Rakyat, oleh rakyat untuk rakyat.
Rita Dwi Lestari Pendeta Gereja Kristen Indonesia (GKI) menjelaskan bahwa hari ini Indonesia dipimpin oleh elit yang tidak peka dengan masalah yg dihadapi masyarakat. Sebab elit memimpin ini lahir dengan banyak kelebihan serta kemudahan (previllage) sejak lahir. Para pemimpin tidak pernah merasakan jadi orang kecil dan berkesusahan sejak kecil.
Menurutnya, pandangan ini berbeda dengan Gus Dur yg memimpin dengan memanusiakan Masyarakat Papua, dan Tionghoa. Mencoba menghadirkan keadilan yang dianggap kecil namun mewah bagi golongan ini.
"Ketika pemimpin dan elit ini dianggap tidak mampu bekerja. Maka seperti yg kita lihat sekarang. Muncullah gerakan Sipil. Rakyat bantu rakyat."
Ia menambahkan, kini rakyat Grobogan telah turun tangan mengolah sampah, memilah, serta berkesadaran untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Seperti yg dilakukan oleh GKI.
Selanjutnya, Kyai Zainal Arifin menyatakan bahwa manusia memang sudah diprediksi akan menjadi makhluk hidup yg senang merusak. Seperti perkataan Malaikat.
"Ya karena manusia dibekali akal dan perasaan. Makanya manusia yang berkesadaranlah yang derajatnya bisa melebihi malaikat. Karena manusia yang baik, ia memilih untuk berbuat baik meskipun ada kesempatan untuk berperilaku jahat," katanya.
Dalam diskusi, Wahyu Dwi Pranata mengungkapkan bahwa nilai keteladanan Gus Dur sampai saat ini masih sangat layak untuk dikenang dan diteladani anak muda Grobogan.
"Gus Dur adalah seorang aktivis sejak muda. Pembaca Buku yang rajin. Serta penulis opini yang produktif. Gus Dur tidak takut kepemimpinan orde baru," katanya.
Ia menceritakan saat menjadi Presiden, Gus Dur tetap menjadi rakyat biasa. Ia tidak takut untuk dibenci orang lain dengan kebijakan non Populis. Contohnya, Gus Dur tidak menyediakan makan siang untuk wartawan. Bahkan membiarkan wartawan istana duduk glesotan di lantai tanpa ruang khusus di area gedung kepresidenan.
Ia menambahkan, bahwa menurut Gus Dur DPR seperti taman kanak Kanak dan kementerian Sosial sehingga perlu dibubarkan. Hingga akhirnya Gusdur diturunkan sebelum jabatannya berakhir.
Red


Posting Komentar untuk "Mengenang Gus Dur ke-16, Gusdurian Grobogan Serukan Kepemimpinan 'Dari Rakyat, untuk Rakyat"