Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkuat Amaliah NU, PAC IPNU IPPNU Mayong Adakan Ngaji Aswaja dan Buka Bersama

 

Sesi Ngaji Aswaja Oleh Kiyai Mughis Nailufar S.Pd.i.,M.Pd

Mayong, Biliksantri.com – Mengisi momentum bulan suci Ramadhan 1447 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Mayong menjadwalkan kegiatan "Ngaji Aswaja & Buka Bersama". Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 8 Maret 2026 / 18 Ramadhan 1447H, bertempat di SDIT Al Anwar.

Acara ini menjadi salah satu program strategis organisasi di bawah kepemimpinan Ahmad Erwin Miftakhus Surur dan Linda Nurul Amaliyah untuk memperkokoh amaliah NU sekaligus mempererat hubungan emosional antar pengurus.

Rangkaian RTL SKD dan Khotmil Qur'an

Berdasarkan susunan acara, kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan agenda pembukaan serta menyanyikan lagu kebangsaan dan Mars organisasi. Menariknya, forum ini juga menjadi ruang bagi alumni Sekolah Kaderisasi Dasar (SKD) untuk melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sesi pertama.

Ketua PAC IPPNU Mayong, Linda Nurul Amaliyah, dalam sambutannya menekankan dua poin utama RTL yang harus dijalankan oleh para alumni SKD. Pertama, pendalaman materi Antropologi Kaderisasi yang disampaikan oleh Hamam Nasirudin, S.Sos., M.H. guna memahami karakteristik wilayah kerja organisasi.

Kedua, Linda menegaskan agar alumni SKD terjun langsung ke lapangan untuk mengawal serta mendampingi kegiatan kaderisasi di tingkat Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) se-Kecamatan Mayong. "Alumni SKD harus menjadi motor penggerak yang memastikan standarisasi kaderisasi di tingkat bawah berjalan dengan baik," tegasnya.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi Ngaji Aswaja yang diisi oleh Kyai Mughis Nailufar S.Pd.i.,M.Pd. Beliau merupakan kiai muda dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) asal Mayong, Jepara, yang aktif dalam bidang sosial dan pengabdian umat.Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Mayong (2015-2020) dan saat ini berperan sebagai Ketua Umum Yayasan Kesehatan Islam Nahdlatul Ulama (YAKISNU).

Empat Perkara dalam Beramal

Dalam sesi kajian tersebut, Kyai Mughis Nailufar turut mengutip pesan mendalam dari ulama besar Nusantara, Mbah Sholeh Darat, mengenai empat syarat utama agar sebuah amal ibadah maupun khidmah organisasi menjadi sempurna:

  1. Al ‘Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali (Ilmu Sebelum Beramal): Segala sesuatu harus didasari dengan ilmu. Tanpa pemahaman yang benar, amal yang dilakukan tidak akan mencapai titik kesempurnaan dan rawan terjadi kekeliruan.
  2. Niat di Permulaan: Amal harus diawali dengan niat yang kuat. Dalam berorganisasi, niat yang lurus menjadi kompas agar langkah tetap sesuai dengan koridor perjuangan para ulama.
  3. Sabar di Tengah Proses: Di tengah perjalanan melakukan amal atau menjalankan program kerja, dibutuhkan kesabaran ekstra. Tantangan dan hambatan adalah ujian untuk mengukur sejauh mana keteguhan hati seorang kader.
  4. Ikhlas sebagai Penutup: Keikhlasan menjadi ruh dari setiap perbuatan. Hanya amal yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT yang akan memberikan dampak keberkahan bagi diri sendiri maupun organisasi.

Kegiatan ini juga dipadukan dengan pembacaan tahlil serta khotmil Qur'an. Puncak acara ditutup dengan buka puasa bersama (bukber), shalat Maghrib berjamaah, dan sesi diskusi santai (sharing time) untuk mengevaluasi progres organisasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader pelajar NU di wilayah Mayong tidak hanya memiliki militansi dalam berorganisasi, tetapi juga kedalaman spiritual yang kuat dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.


(Afita)

Posting Komentar untuk "Perkuat Amaliah NU, PAC IPNU IPPNU Mayong Adakan Ngaji Aswaja dan Buka Bersama"