Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sertifikasi Guru: Membentuk Profesional atau Sekedar Tertib Administrasi?

Informasi Sertifikasi Guru PPG 2026

Biliksantri.com - Makin ke sini, pendidikan profesi guru terasa makin cepat, tapi juga makin sunyi. Sunyi dari dialog akademik. Sunyi dari kritik pedagogik. Sunyi dari proses pembentukan profesionalitas.

Program yang seharusnya menjadi ruang pembelajaran mendalam, justru sering berubah menjadi rutinitas digital: duduk di depan laptop, mengerjakan tugas, mengunggah berkas, menunggu nilai, lalu selesai.

Tidak ada bedah praktik mengajar yang serius. Tidak ada diskusi tajam dengan dosen atau guru pamong. Tidak ada refleksi yang benar-benar mengubah cara kita mengajar di kelas.

Nama program boleh berganti: dari Portofolio, PLPG, PPG dalam jabatan, hingga PPG Prajabatan. Durasi boleh dipadatkan, dari berbulan-bulan menjadi hitungan minggu.

Tetapi satu pertanyaan besar tetap menggantung, apakah kualitas guru ikut bertumbuh, atau hanya angka kelulusan yang bertambah?

Jika pendidikan profesi diperlakukan seperti proyek percepatan administratif, maka yang lahir bukan guru profesional, melainkan guru yang “resmi tersertifikasi”. Padahal pendidikan tidak membutuhkan sekadar legalitas.

Pendidikan membutuhkan kualitas nyata di ruang kelas, cara guru menjelaskan, membimbing, menginspirasi, dan menyalakan harapan belajar pada murid-muridnya.

Lebih ironis lagi, banyak guru yang telah puluhan tahun mengabdi dengan segala keterbatasan fasilitas dan dukungan, justru harus melalui proses yang terasa formalitas. Sementara proses yang singkat dan minim interaksi akademik diposisikan sebagai standar profesional baru.

Jika sistem tidak mampu memastikan proses pembentukan yang berkualitas, maka yang perlu dibenahi bukan semangat gurunya, tetapi desain kebijakannya. Karena profesionalitas tidak lahir dari sertifikat yang dipercepat, melainkan dari pembelajaran yang diperdalam.

Sudah saatnya sertifikasi guru kembali pada ruhnya, bukan sekadar meluluskan, tetapi benar-benar membentuk.

Sebab masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh berapa banyak guru yang bersertifikat, melainkan oleh berapa banyak guru yang benar-benar profesional.


Ujang Misbahul Alam

Kepala Madrasah Rakyat di MI Nurul Hidayah Cipunaga


Posting Komentar untuk "Sertifikasi Guru: Membentuk Profesional atau Sekedar Tertib Administrasi?"