Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dobrak Keterbatasan, Demisioner Ketua IPNU Mayong Ini Sukses Selesaikan S2 Mandiri di UIN Salatiga

Dokumentasi Wisuda Rekan Hamam Nasirudin, S.Sos., M.H.
Jepara, Biliksantri.com – Perjuangan Rekan Hamam Nasirudin layak menjadi inspirasi bagi kader muda Nahdlatul Ulama (NU). Mantan Ketua PAC IPNU Mayong periode 2021–2023 yang kini mengemban amanah sebagai Pembina PAC IPNU Mayong tersebut berhasil menyelesaikan studi Magister (S2) Hukum Keluarga Islam di UIN Salatiga secara mandiri, di tengah keterbatasan ekonomi dan perjuangan membagi waktu antara bekerja dan kuliah.

Puncaknya pada 25 April 2026 lalu, tokoh muda asal Mayong yang lahir dari keluarga sederhana ini resmi menyandang gelar Magister Hukum Keluarga Islam dari UIN Salatiga. Hebatnya, seluruh biaya studi pascasarjana tersebut ia tanggung secara mandiri tanpa sokongan beasiswa.

"Saya ingin menerobos batasan diri saya," ujar Hamam saat diwawancarai mengenai motivasinya, Kamis (7/5/2026).

Lahir dari ayah seorang pedagang singkong keliling dan ibu penjual horok-horok, perjalanan Hamam menembus bangku kuliah penuh dengan lika-liku. Selepas lulus dari SMA N 1 Mayong, ia sempat didera rasa minder untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena kondisi finansial keluarga.

Namun, keputusannya untuk aktif berproses di IPNU Mayong serta bimbingan dari Yayasan Mata Air Jepara menjadi titik balik kehidupan. Mentalitasnya ditempa di organisasi hingga ia mantap menyelesaikan studi S1 Pemikiran Politik Islam di IAIN Kudus (sekarang UIN Sunan Kudus) pada tahun 2022.

Dedikasi Organisasi dan Perjuangan Akademis

Selama menakhodai PAC IPNU Mayong periode 2021–2023, Hamam dikenal sebagai kader yang loyal dan visioner. Dedikasi tersebut membawanya dipercaya mengemban posisi yang lebih tinggi, yakni sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Jepara (2023–2025) sekaligus Direktur Lembaga Pers dan Penerbitan (LPP) PW IPNU Jawa Tengah hingga saat ini.

Langkah berani kembali diambil Hamam saat memutuskan melanjutkan studi S2 ke UIN Salatiga. Perjuangan ini diakuinya menguras fisik dan mental. Demi membiayai kuliah, ia harus membagi waktu secara ketat untuk bekerja di Jepara, kemudian melakukan perjalanan akademis ke Salatiga mengendarai sepeda motor tua yang kerap mogok di jalan.

"Setiap minggu saya mondar-mandir pakai motor tua yang kadang mogok di jalan. Namun, ada kepuasan tersendiri saat bisa membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal) dari hasil keringat sendiri," kenang mantan Ketua PAC Mayong tersebut.

Ujian kesabaran Hamam kian berat ketika kedua orang tuanya mengalami musibah kecelakaan di awal semester dua. Alih-alih menyerah dan balik kanan, didikan mental organisasi membuatnya tetap bertahan untuk menyeimbangkan tanggung jawab antara pekerjaan, kuliah, dan mengawal kaderisasi.

Mengukir Prestasi di Tengah Kepadatan

Di sela-sela kepadatan jadwalnya, Hamam juga dikenal sangat produktif. Ia berhasil menorehkan berbagai prestasi nasional, mulai dari Penulis Terbaik Lomba Cipta Quotes Tingkat Nasional hingga menjadi co-author buku dan aktif menulis di jurnal ilmiah. Gelar magisternya resmi sah setelah ia berhasil mempertahankan tesis S2 berjudul “Upaya Politisi Perempuan dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga”.

Keberhasilan Rekan Hamam Nasirudin ini menjadi teladan nyata bagi seluruh kader PAC IPNU IPPNU Mayong hari ini. Kisahnya menegaskan bahwa berproses di IPNU bukan sekadar belajar berorganisasi, melainkan tempat menempa mentalitas pejuang yang mampu mendobrak segala keterbatasan.

"Kita semua pasti punya mimpi, tetapi yang paling sulit adalah meyakini mimpi itu sendiri. Selagi kita yakin, jangan pernah takut untuk berjalan. Apa pun itu, jika kita yakin, Sang Maha Kuasa akan mewujudkannya," pungkas Hamam, memberikan pesan hangat untuk para penerusnya di Mayong.


Penulis: Muhammad Miftahul Khoir

Editor : Redaksi Biliksantri

Posting Komentar untuk "Dobrak Keterbatasan, Demisioner Ketua IPNU Mayong Ini Sukses Selesaikan S2 Mandiri di UIN Salatiga"