Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Puisi-Puisi Ahmad Salamet: Sang Kekasih, Maulana Muhammad



Sang Kekasih, Maulana Muhammad

Oleh Ahmad Salamet


Sollallahu ala Muhammad

dengan segala keterbatasan rinduku padamu

aku sebut namamu dengan kalut lewat mulutku

nama yang tak akan pernah habis dilukiskan hujan

maknanya tak mampu diurai tinta dari tujuh lautan

nama yang tak akan pernah hilang dikenang

oleh ribuan bahkan jutaan ingatan


Sollallahu ala Muhammad

Dengan segala kekurangan cintaku

aku raba jejakmu sejengkal demi sejengkal lewat jiwaku

insan yang indahnya melebihi purnama

budi pekertinya luas bak samudera

mulia taka da tandingannya.


Sollallahu ala Muhammad

Dengan segala anggota tubuh yang melekat padaku

;darah, daging, tulang, sumsum, kulit dan jiwaku

aku pasrahkan setapak demi setapak mengikuti jejakmu

manusia sempurna yang haram jasadnya disentuh kobaran neraka

Kehadirannya di dunia menjadi rahmat bagi semesta

kelak di akhirat, menjadi peraduan utama bagi perindu syafa’atnya


Sollallahu ala Muhammad


Sukorejo, 20 November 2025


Aku dengan Rindu

Oleh Ahmad Salamet


Saat mengingat namamu nabi

dentuman ombak dalam hati terhenti

gemuruh amarah dalam dada

seketika terdiam tak berdaya


Aku bukanlah shahabat yang tiap saat

bisa menatap purnama yang terpancar di wajahmu

Aku bukanlah orang yang secara sadar

dapat menikmati indahmu


Tapi baginda,

izinkan aku menjadi burung yang senantiasa

terbang dengan mendengar namamu

menjadi rerumputan yang mudah gemetar

saat tersentuh tetesan makna dari sabdamu


O, Al-Musthafa...


Aku dengan rindu tak ada bedanya

rindu mengantarkanku pada cinta

aku menghaturkan rindu padamu baginda;

Pemilik segala cinta yang sempurna


16 November 2024


TANZIH CINTA

Oleh Ahmad Salamet


Aku tak ingin menyaingi keindahanmu dengan kata-kata

yang terkadang hanya bisa mampu menipu dan bercanda


Aku tak ingin menyamakan keindahanmu dengan puisi-puisi

yang kerap jauh dari makna dan sering menetap dalam sepi


Aku tak ingin menyandarkan keindahanmu pada sajak-sajak

yang sering usang, mudah pudar dan rusak


Aku ingin memadukan keindahanmu dengan keluasan jiwa

yang mampu menampung seluruh cinta.


Aku ingin memadukan keindahanmu dengan kedalaman hati

yang banyak menyimpan rindu dan kasih.


Sukorejo, 30 Desember 2025


BERIMAN KEPADA RINDU

Oleh Ahmad Salamet


Iman adalah keyakinan penuh

bahwa Tuhan Maha cinta hanyalah satu

Iman adalah percaya yang utuh

bahwa cinta tak akan hidup tanpa rindu

Iman adalah ketetapan hati yang patuh

bahwa rindu tak pernah benar-benar pergi

Iman adalah pemasrahan yang menyeluruh

bahwa pecinta sejati tak mengenal kata mati


Maka, cinta adalah puncak dari keimanan

diantara iman paling sempurna

adalah beriman kepada kerinduan


Sukorejo, 9 Agustus 2023


SETELAH MENGENALMU

Oleh Ahmad Salamet


Dulu aku hanyalah serpihan sampah yang terbuang

Dulu aku hanyalah puing-puing dari reruntuhan kenangan


Aku tak tahu cara membaca

aku tak tau bagaimana cara menulis

aku juga tak tau bagaimana cara menyelamimu


Semuanya berubah saat aku mengenalmu


kau mendidikku dengan tatapan mata syahdu

kau mengajariku dengan ketulusan senyummu

kau mendekte jari jemariku

hanya untuk menulis namamu

kau juga mengajariku bagaimana cara mencintaimu

tanpa harus memaksakan masa lalu lenyap dariku


Mencintailah dengan segala kekuranganmu

hingga cintamu melengkapimu.

Mencintailah dengan segala keterbatasanmu

hingga cintamu dapat menembus langit terjauh


Dik,

sudah bertahun-tahun aku berteduh

di bawah pohon pendidikan

salah satu buah yang kupetik dari tangkainya adalah:

Menerimamu


Sukorejo, 05 Mei 2025


Ahmad Salamet, Pena: Suluk Rasa


Posting Komentar untuk "Puisi-Puisi Ahmad Salamet: Sang Kekasih, Maulana Muhammad"